![]() |
| Dok. Tentang Kayu |
HALUAN WARTA - Akhir-akhir ini kayu kembali digunakan sebagai material konstruksi bangunan tinggi dan besar. Salah satu yang terbesar dan ini diklaim terbesar di Asia adalah Gaia. Gedung ini berlokasi di Singapura, tepatnya di Nanyang Technology University (NTU), dan baru diresmikan pada tengah Mei 2023.
Berupa gedung enam tingkat, Gaia memiliki luas bangunan sebesar 43.500 m2, menempati area bekas NTU Innovation Centre yang kemudian dijadikan area kampus Nanyang Business School (NBS). Gedung ini dilengkapi dengan auditorium berkapasitas 190 tempat duduk, 78 ruang kelas plus 12 ruang kelas yang ditata ala tetaer, dan 15 ruang seminar.
Ditambah ruang-ruang lainnya, seperti 200 kantor fakultas, 132 kantor untuk guru besar, 12 kantor administrasi. Lalu ada 12 ruang laboratorium, 13 ruang rapat, dan 1 boardroom.
Tentunya bukan sembarang jenis kayu yang digunakan, bukan juga kayu gelondongan dari hutan alami. Gedung ini dibangun menggunakan teknologi konstruksi inovatif yang dikenal dengan sebutan kayu rekayasa massal (mass engineered timber - MET), atau bahasa sederhananya ini adalah kayu pabrikan. Tetap berbahan dasar kayu, tetapi berupa serat atau partikel yang kemudian disatukan dengan bahan perekan khusus membentuk material komposit.
Menurut peraih Pritzker Architecture Prize, gedung ini didesain di mana pengguna atau siapapun yang masuk merasakan suasana di antara pepohonan. Ito memang dikenal sebagai arsitek yang karya-karyanya terinspirasi dari alam dan menggunakan material yang bersumber dari alam.
Hampir semua elemen bangunan ini hingga ke detailnya seperti langkan atau pegangan tangga, semua berbahan kayu rekayasa, dan material kayu ini memang ditunjukkan secara jelas. Pada satu sudut, Ito sengaja menampilkan susunan bata lawas yang berasal dari dinding depan gedung NTU Innovation Centre.
Di bagian tengah gedung terdapat dua area terbuka yang diisi tempat duduk, juga berbahan kayu, yang dirangkai dalam bentuk melingkar, terputus.
Ramah Lingkungan
Sesuai namanya, yang mengambil dari nama Dewa Bumi bangsa Yunani Kuno, Gaia memang dirancang dengan konsep keberlanjutan. Gaia membuang gas CO2 per tahunnya, 2.500 ton lebih sedikit dibandingkan dengan gedung biasa. Ini setara dengan emisi karbon yang dari 7000 penerbangan pesawat dari Singapura ke Hong Kong.
Pengurangan emisi tersebut diperoleh dari digunakannya sistem efisiensi energi dan teknologi daur ulang. kayu yang dipakai untuk konstruksi Gaia dipastikan berasal dari hutan produksi di Austria, Swedia, dan Finlandia, di mana setiap pohon yang ditebang sudah mendapat ganti pohon baru. Kompensasi karbon dari cara pembangunan ini mencapai 5.800 ton, atau setara dengan jejak karbon yang dihasilkan dari 17.000 penerbangan ulang alik Singapura-Hong Kong.
Sebagai sumber energi, Gaia menggunakan panel solar di bagian atapnya. Panel ini mampu menghasilkan energi sebesar 516 kWh atau mampu menerangi 169 unit apartemen tiga kamar selama satu tahun.
Menggunakan teknik passive displacement ventilation, sistem pendingin ruang (AC) menjadi sangat hemat energi, yaitu passive cooling coils bukan kipas. Kumparan itu bekerja dengan cara siklus konveksi alami, di mana udara dingin akan turun memindahkan udara yang lebih hangat ke atas.
Pada ruang-ruang terbukanya, Gaia juga memasang kipas untuk menggerakkan udara. Selain itu juga banyak kisi-kisi yang disusun serupa krepyak di semua bagian atas jendela yang berfungsi sebagai ventilasi.
Gedung Hijau Kedelapan
Sebagai bagian dari Smart Campus, semua ruang kelas dan laboratorium sudah dipasang perangkat berteknologi terbaru. Hal tersebut dimaksudkan agar semya mahasiswa dan fakultas dapat mengakses semua fasilitas berkelas dunia sebagai wadah kolaboratif untuk masa depan.
Gedung ini juga sebagai "penanda" NBS atas kemampuannya sebagai kampus yang hijau, yang siap berkolaborasi dengan industri, menginspirasi dan menjadi laboratorium hidup atas keberlanjutan.
Dengan rancangan dan fitur-fitur yang dimiliki, membuat Gaia mendapat Green Mark Platinum (Zero Energy) dari the Building and Construction Authority of Singapore. Ini adalah gedung kedelapan di NTU yang mendapat sertifikat hijau tersebut. Dan gedung ke-16 di seluruh Singapura yang sudah berkategori Zero Energy. Itu semua menobatkan NTU sebagai kampus terhijau di Negeri Singa tersebut.


0 Komentar