Kegiatan pengajaran UKM ANSOS di Posyandu Subur, Depok (Dok. ANSOS)

HALUAN WARTA - Berawal dari Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), Anjangsana Sosial (ANSOS) didirikan pada tahun 1998. Bermodalkan semangat untuk memberi pengajaran bagi anak-anak dari jenjang TK, SD, dan SMP, ANSOS kemudian mengubah bentuk menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Politeknik Negeri Jakarta pada tahun 2010.

Bergerak dalam bidang sosial khususnya pendidikan, ANSOS setiap minggunya rutin memberikan pengajaran kepada anak-anak di wilayah Depok, di antaranya Kelurahan Beji Timur, Karang Taruna RW 14, dan Posyandu Subur. Pengajaran ini dilakukan selama dua jam per minggunya, dengan 2-5 tenaga pendidik di setiap kelasnya.

"Kita (ANSOS) setiap hari Sabtu rutin melakukan pengajaran di tiga wilayah tersebut. Dari ANSOS dibagi-bagi tenaga pendidiknya per wilayah, masing-masing dibagi dua sampai lima orang untuk ngajar per kelasnya. Biasanya kelas dimulai jam satu siang untuk daerah Karang Taruna RW 14, sementara daerah Kelurahan Beji Timur dan Posyandu Subur dimulai jam dua siang," papar Nurul Amirah, Wakil Ketua UKM ANSOS periode 2022/2023.

Anak-anak yang diajar oleh UKM ANSOS merupakan mereka yang berasal dari keluarga dengan ekonomi ke bawah. Maka itu mereka sangat antusias bila tiba waktunya pengajaran.

"Kalo udah hari Jumat, di grup WhatsApp biasanya anak-anak rame nanyain buat besoknya persiapan pengajaran," ucap Nurul.

Selain memberi pengetahuan dasar sesuai jenjang sekolah anak-anak yang diajar, ANSOS juga sering kali mengadakan kelas intermezo, seperti membuat kerajinan tangan, atau melakukan permainan yang akan menghasilkan capaian pada anak-anak tersebut.

Pada Juli 2023 lalu, ANSOS telah mengadakan kegiatan Edutrip di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Edutrip merupakan kegiatan berwisata sembari belajar yang sudah dilaksanakan sejak lama.

Pada periode sebelumnya, setiap tahun ANSOS rutin mengadakan pengabdian ke desa terpelosok, program kerja ini dilakukan dengan kerja sama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ. Periode ini ANSOS tidak melakukannya, karena tengah fokus pada P2MD (Program Pemberdayaan Masyarakat Desa) yang merupakan program arahan dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Vokasi.

"Tahun ini ANSOS coba ikut pengabdian P2MD, yang ikut ada dua tim," kata Nurul.

Salah satu timnya membawakan materi seputar mengolah cabai menjadi bubuk cabai, karena melihat potensi besar pada Desa Warujaya, Parung, Bogor, yaitu adanya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mempunyai lahan untuk berkebun tetapi sudah tidak beroperasi sekitar 6 bulan belakangan.

Hal ini dikonfirmasi Nurul, bahwa "Penduduk desa di sana mengeluhkan adanya persaingan dengan desa lain, akrena permintaan harga jual ke pasar Parung lebih murah sehingga tidak sesuai dengan modal. Maka kita lebih fokus pada jenis cabainya, karena mengingat produk mentah akan kalah dibanding produk yang utuh," jelasnya.

Dalam menunjang setiap kegiatannya, ANSOS rutin mengadakan kas pada setiap departemennya. Ketika membutuhkan dana, uang kas akan dikeluarkan sesuai departemennya. Sementara pada agenda besar dilakukan danwal (dana awal) per orangnya.

Dari pihak PNJ, Nurul mengaku, belum ada bantuan atau sokongan mengenai dana untuk UKM ANSOS. "PNJ selalu minta tiga kriteria, 'Akreditasi, Reputasi, dan Prestasi'. Tapi PNJ belum kasih bantuan atau dana. Bagaimana bisa memenuhi tiga kriteria tersebut, sedangkan kegiatan saja tidak sepenuhnya didukung," tutupnya.