HALUAN WARTA - Mengenyam pendidikan masih menjadi angan-angan bagi para penyandang different ability (difabel). Mereka sulit menemukan kampus yang menyediakan jurusan khusus, lantaran para penyandang disabilitas membutuhkan perlakuan khusus dalam proses belajar-mengajar.
Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), kampus yang terletak di Depok, Jawa Barat membuat mimpi mereka mengenyam pendidikan mejadi nyata. Melalui Program Pendidikan D3 Manajemen Pemasaran untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK), program ini diperuntukkan bagi siswa/i difabel lulusan SMA/SMK Inklusi maupun SMA/SMK-LB atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Program Pendidikan D3 Manajemen Pemasaran untuk WNBK di Jurusan Akuntansi ini bertujuan menghasilkan lulusan yang mandiri dan memiliki kemampuan soft skill serta hard skill dalam bidang pemasaran dan wirausaha. Mahasiswa/i akan belajar memahami konsep pemasaran dan periklanan untuk produk barang dan jasa, praktik pemasaran konvensional dan digital, serta skill tambahan desain grafis.
Pada syarat dan ketentuan pendaftaran, Politeknik Negeri Jakarta hanya mengkhususkan adanya hasil psikotes (dalam 6 bulan terakhir) yang mencakup tes IQ menggunakan skala IST Amthauer, tes minat bakat serta surat keterangan kekhususan dari Psikolog atau Dokter Spesialis.
Dalam proses belajar-mengajar, para tenaga pendidik tidak membedakan perlakuan antara mahasiswa/i WNBK dan mahasiswa/i program reguler. Afiffah Nuroktania Irsani, mahasiswi WNBK mengatakan, "Kalo cara ngajarnya dari dosen ngga dibedain. Kalo online ngobrol biasa, atau dietik (via WhatsApp), dan memang ada dosen juga yang bisa bahasa isyarat," katanya pada Rabu (19/11).
Bagi teman-teman tunarungu, lanjutnya, mereka menggunakan aplikasi dari website, yaitu Web Captioner. Hal ini digunakan untuk memberikan akses kepada mahasiswa/i tunarungu agar bisa mendengarkan apa yang dosen sampaikan ketika melakukan komunikasi online.
Sementara pada bagiannya, gedung Program Pendidikan D3 Manajemen Pemasaran berada di luar area Jurusan Akuntansi. Keadaan ini guna mempermudah akses transportasi mahasiswa/i WNBK ketika proses perkuliahan. Di dalamnya tersedia ruang kelas khusus mahasiswa/i WNBK, toilet yang nyaman, dan akses jalan tidak menyulitkan bagi mereka yang menggunakan alat bantu jalan seperti kursi roda.
Walau begitu, bagi mahasiswa/i yang menggunakan alat bantu jalan seperti kursi roda masih mengeluhkan akses jalan yang kurang bersahabat di lingkungan kampus, bila keluar dari gedung Program Pendidikan D3 Manajemen Pemasaran.
"Seperti saat aku mau ke kantin agak susah. Sebenarnya ada jalan khusus kursi roda, cuma ditutup pakai rante, jadi harus lewat jalan lain. Banyak tanjakan juga jadi agak susah kalo mau ke mana-mana. Semoga PNJ bisa memfasilitasi akses jalan yang lebih baik," papar Afiffah.
Membahas di luar fasilitas, Afiffah mengaku tetap nyaman dapat melakukan proses perkuliahan di Politeknik Negeri Jakarta, karena dapat bertemu tenaga pendidik yang mengayomi serta teman-teman yang mendukung satu sama lain, baik dalam atau luar Jurusan Akuntansi.
Melalui visi, "Mewujudkan Program Studi Manajemen Pemasaran yang profesional bagi Warga Negara Berkebutuhan Khusus agar produktif di masyarakat" diharapkan dapat membuka kesempatan bagi siapapun, khususnya penyandang disabilitas untuk bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi, karena setiap Warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan sebagaimana mestinya.

0 Komentar